1 Jersey wooly. Jersey wooly adalah kelinci kerdil dengan berat 450 gram sampai 1,3 kilogram. Mereka bisa hidup hingga usia 7-10 tahun. Menurut laman Pet Guide, kelinci ini memiliki sifat yang lembut, manis, jinak, dan menyenangkan. Karena ukurannya yang mungil, lebih baik jersey wooly dipelihara di dalam rumah. 70 persen dari keseluruhan
Lionheadpopuler sebagai hewan kesayangan dan juara di berbagai show karena karakternya yang jinak, ramah, dan cerdas.Pemilik lionhead dapat melatihnya untuk menjalankan beberapa perintah seperti ‘kemari’, ‘makan’, atau ‘bermain’. Di Indonesia, lionhead sering dikelirukan dengan kelinci ‘topeng’, yakni hasil perkawinan acak antara kelinci lokal dengan
Kandangyang baik untuk Pedet adalah dengan sistem individual. Dengan ukuran 1 m x 1.5 m. Baca juga : Keunggulan kandang Panggung individual untuk pedet. 2. Kandang kotak . Kandang kotak dengan berlantai semen dan dinding dari triplek atau papan. Ukuran yang di sarankan sama saja dengan kandang Panggung di atas.
Carake 2 adalah dengan cara meletakkan hamster yang ingin di satukan dalam 1 kandang yang disekat dengan pembatas jeruji. setelah 3-4 hari angkat pembatas. karena kebutuhan gizi hamster pasti tidak akan terpenuhi. Berikut adalah pakan yang cocok untuk hamster: Jenis Syria adalah jenis hamster yang paling besar di antara yang lain. 2
yangpaling baik adalah jenis tanah lempung berpasir seperti tanah Andosol. Pada tanah-tanah yang mengandung liat perlu pengolahan lahan secara sempurna antaralain pengolahan tanah yang cukup (Suhardi, 1990). Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha.
BESTSELLER 2021 Pellet coklat muda (kadang cenderung putih) yang cantik ini kami namakan Fusta.Fusta adalah hasil penelitian lanjutan dari Dru. Berawal dari keinginan konsumen Ketz Woodz yang mengiginkan pellet yang lebih soft untuk kitten mereka. Beberapa konsumen lainnya dari komunitas kelinci dan sugarglider pun menyatakan hal yang sama. Kini telah hadir Fusta,
. Kalian semua tentu tahu hewan kelinci. Yap, kelinci adalah mamalia dengan empat kaki yang memiliki bulu tebal di sekujur tubuhnya. Kelinci terbagi menjadi dua, kelinci peliharaan dan kelinci pedaging. Kelinci pedaging biasanya memiliki tubuh yang lebih besar dari kelinci peliharaan. Kelinci memiliki jenis yang sangat beragam, mulai dari yang lokal sampai yang berasal dari luar negeri. Setiap jenis kelinci pun memiliki harga yang berbeda-beda. Berikut jenis-jenis kelinci yang cukup populer untuk dipelihara. Jenis kelinci populer untuk dipelihara Agar kamu bisa memilih dengan tepat kira-kira mana jenis kelinci yang paling cocok untuk diperlihara, simak jenis-jenis kelinci berikut ini. 1. Jenis Kelinci Anggora Gambar Jenis kelinci Anggora memiliki ciri-ciri bulu yang tebal dan lembut. Foto Bukalapak Jenis kelinci Anggora berasal dari negara Turki. Jenis kelinci ini memiliki banyak manfaat, terutama pada bagian bulunya. Jika di Indonesia biasanya jenis kelinci Anggora hanya dijadikan hewan peliharaan, di negara-negara Eropa bulu kelinci Anggora dimanfaatkan untuk menjadi wool. Jenis kelinci Anggora memiliki ciri-ciri bulu yang tebal dan lembut. Dan pada bagian ujung telinga dan kakinya memiliki bulu berwarna yang berbeda, ada yang berwarna putih, coklat, abu-abu, dan hitam. Baca juga 11 Jenis Kucing yang Terpopuler di Dunia dan Indonesia 2. Jenis Kelinci Rex Gambar Jenis kelinci Rex dibudidayakan untuk diambil daging dan bulunya. Foto Nah, jenis kelinci yang satu ini berasal dari Argentina. Sama dengan jenis kelinci flemish, kelici ini dibudidayakan untuk diambil daging dan bulunya. Bulu pada kelinci Rex juga biaasnya dimanfaatkan untuk bahan baku jaket. Jika dilihat dari bulunya, jenis kelinci Rex terdapat dalam beberapa macam. Mulai dari white rex, black rex, dan dalmantian rex. Dan karena bobotnya yang hanya sekitar 1-3 kg saja, jenis kelinci ini jadi tidak cocok jika dijadikan kelinci pedaging. 3. Jenis Kelinci Himalaya Gambar Jenis kelinci Himalayan cukup sulit untuk dikawinkan. Foto info peternakan Jenis kelinci yang satu ini cukup terkenal karena biasanya memiliki warna dasar putih dan warna lain pada bagian hidung, ekor, telinga, dan kaki. Satu hal unik pada jenis kelinci ini adalah memiliki mata yang berwarna merah. Jenis kelinci Himalayan cukup sulit untuk dikawinkan, dan dalam sekali melahirkan bayi hanya 2-6 ekor saja. Hal itu juga yang membuat jenis kelinci Himalaya memiliki harga yang cukup mahal. 4. Jenis Kelinci Dutch Gambar Kelinci jenis Dutch memiliki banyak peminat di Indonesia. Foto Hewanmu Dari namanya saja sudah jelas bahwa jenis kelinci yang satu ini berasal dari negeri Belanda. Ciri-ciri yang paling terlihat dari jenis kelinci Dutch adalah bulunya yang pendek dan cukup bervariasi. Kelinci ini termasuk kelinci yang paling banyak peminatnya di Indonesia, baik para peternak maupun para pecinta hewan peliharaan. Para peternak memilih untuk mebudidayakan jenis kelinci ini karena kelinci ini mampu melahirkan sekitar 7-8 ekor. Baca juga 5 Makanan yang Bisa Menurunkan Berat Badan Kucing Kamu 5. Jenis Kelinci Lop Gambar Jenis kelinci Lop memiliki bentuk telinga yang menggantung dari bagian atas kepala sampai ke pipi. Foto Jika biasanya kelinci memiliki bentuk telinga yang tegak, hal tersebut tidak dimiliki oleh jenis kelinci Lop. Karena jenis kelinci ini memiliki bentuk telinga yang menggantung dari bagian atas kepala sampai ke pipi, mirip dengan telinga anjing. Jenis kelinci Lop memiliki bulu yang cukup unik, berwarna putih dan terdapat dot warna hitam. Satu hal unik dari jenis kelinci Lop adalah semakin tua, harganya akan semakin mahal, bahkan bisa sampai 4 juta Rupiah. 6. Jenis Kelinci Satin Gambar Jenis kelinci Satin biasanya dipelihara, namun juga bisa dikonsumsi. Foto Pusat kelinci Jenis kelinci yang satu ini berasal dari negeri Paman Sam. Jenis kelinci ini biasanya digunakan sebagai kelinci peliharaan, namun tidak sedikit juga yang menjadikan jenis kelinci Satin untuk dikonsumsi. Jenis kelinci ini cukup unik, karena biasanya kelinci Satin lebih besar daripada jantan. Dan berat badannya berkisar diantara 3,8 – 5kg. Sifatnya yang jinak dan penurut menjadi alasan mengapa kelici Satin menjadi pilihan tepat untuk dipelihara. 7. Jenis Kelinci Lion Gambar Jenis kelinci Lion sebenarnya adalah keturunan dari jenis kelinci Anggora Inggris. Foto Dictio Jenis kelinci Lion sebenarnya adalah keturunan dari jenis kelinci Anggora Inggris. Bulunya yang lebat di bagian lehernya tampak seperti singa, sehingga jenis kelici ini diberi nama Lion. Meskipun masih keturunan dari kelinci Anggora, namun tidak banyak ciri-ciri kelinci Anggora yang kamu bisa temukan di kelici Lion. 8. Jenis Kelinci Polish Gambar Jenis kelinci Polish mampu bertahan hidup hingga 7 tahun atau lebih. Foto Duniaq Banyak anggapan yang menyatakan bahwa jenis kelinci Polish adalah jenis kelinci paling tua. Karena kelinci yang berasal dari negeri Belanda ini pertama kali ditemukan pada tahun 1884. Jenis kelinci Polish mampu bertahan hidup hingga 7 tahun, bahkan lebih. Kelinci ini memiliki ciri-ciri telinganya yang pendek bulat runcing, matanya yang tajam berwarna merah, dan bulunya halus. Baca juga Perbedaan Antara Makanan Kucing Dewasa dan Anak Kucing 9. Jenis Kelinci Dwarf Gambar Kelinci jenis Dwarf warna putih biasanya menjadi variasi paling diminati. Foto Duniaq Jenis kelinci Dwarf merupakan kelinci yang memiliki tubuh kerdil. Bentuk kepalanya yang bulat, telinga kecil, dan lehernya yang pendek menjadi ciri-ciri utama dari jenis kelinci Dwarf. Karena sering dikawin silangkan dengan berbagai jenis kelinci lain, jadi jenis kelinci Dwarf memiliki variasi warna yang sangat banyak. Meskipun memiliki variasi warna yang sangat banyak, namun warna putih dengan mata berwarna merah tetap menjadi variasi yang paling diminati untuk diperlihara. 10. Jenis Kelinci Tan Gambar Harganya yang tidak terlalu mahal membuat kelinci jenis Tan cocok untuk dipelihara. Foto Duniaq Jenis kelinci yang terakhir akan kita bahas adalah kelinci Tan. Kelinci ini pertama kali ditemukan merupakan kelinci liar dan sangat penakut, namun setelah dikembangkan, jenis kelinci ini berkembang dan memiliki bentuk tubuh yang sangat menarik. Jenis kelinci tan memiliki warna yang sangat bagus, yaitu perpaduan antara warna hitam dan coklat. Dan dari segi harga, jenis kelinci ini tidak terlalu mahal. Jadi masih cocok untuk dimiliki sebagai binatang peliharaan. 11. Kelinci Holland Hop Kelinci ini adalah kelinci pertunjukkan yang populer. Trahnya berasal dari Belanda dan telah diakui secara resmi oleh American Rabbit Breeders Association pada tahun 1979. Mereka tergolong ke kelinci berukuran mini dengan berat kurang lebih 1 kg. Meskipun bentuknya lucu dan terlihat jinak, kelinci jenis ini sebenarnya cukup sensitif. Mereka tidak suka di dalam kandang terlalu lama atau dipegang dan digendong terlalu erat. Oleh karena itu, saat memilikinya kamu perlu mengawasi saat anak-anak bermain bersama kelinci Holland Hop ini. 12. Kelinci Mini Satin Salah satu ras kelinci peliharaan berukuran kecil dan memiliki bulu yang sangat lembut dan berwarna kemilauan. Ras ini mulai populer saat gen saatin pertama kali dikenali pada tahun 1956. Sejak saat itu, para peternak kelinci mulai bereksperimen untuk membuat ras satin ini memiliki versi yang lebih kecilnya. Dari segi kepribadian, mini satin cukup pasif-agresif. Mereka bisa sangat tenang dan bisa berubah agresif saat berada di sekitar orang-orang. Untuk tempat, ras ini bisa beradaptasi dengan rumah yang kecil tanpa halaman sehingga menjadikannya cocok untuk dipelihara bagi mereka yang tinggal di apartemen. 13. Kelinci Lionhead Seperti namanya, ras yang satu ini memiliki kepala yang serupa seperti singa, yaitu ada bulu-bulu yang lebih panjang di sekitar kepalanya. Awalnya ras ini ditemukan di Belgia dan merupakan kawin silang antara kelinci Swiss Fox dengan Netherland Dwarf. Mutasi genetik ini kemudian menghasilkan Lionhead juga dikenal dengan sebutan mane gene. Lionhead menjadi hewan peliharaan yang aktif dan jinak sehingga aman untuk teman bermain anak-anak. Namun, pemeliharaannya cukup rumit karena memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda dari jenis kelinci lainnya. 14. Kelinci Mini Lop Ras ini mungkin menjadi salah satu ras yang paling populer di dunia. Mini Lop sering dikembangbiakan sebagai hewan peliharaan ataupun pertunjukkan kelinci. Secara fisik, ia mirip dengan Holland Lops hanya saja tekstur kupingnya lebih lembut. Mereka tergolong kelinci yang ceria dan menyenangkan serta mudah untuk dilatih. Mini Lop juga sangat ramah terhadap kelinci atau hewan lainnya, tapi mereka cenderung lebih menyukai anak-anak yang tidak terlalu aktif. Ras ini membutuhkan stimulasi intelektual, jadi pastikan meletakkan banyak mainan di dalam kandang mereka. 15. Kelinci Jersey Wooly Ras ini merupakan hasil kawin silang antara ras French Angora dengan Netherland Dwarf. Karakteristiknya bisa dilihat dari bulunya yang tebal seperti sebuah mantel. Pertama kali diperkenalkan ke ARBA pada tahun 1984, ras ini kemudian menjadi salah satu jenis kelinci yang paling banyak dipamerkan di pameran kelinci di Amerika Serikat. Kepribadiannya sangat ramah dan tergolong hewan peliharaan yang kalem. Hal yang perlu diperhatikan adalah perawatan bulu-bulunya. Bulunya yang tebal rentan menjadi sarang kutu yang bisa merusak kualitas dari bulu-bulunya. Itulah 15 jenis kelinci yang bisa kamu jadikan hewan peliharaan. Dan saat kamu sudah memelihara kelinci, pastikan kamu memiliki segala perlengkapan yang dibutuhkan. Kamu bisa membeli segala perlengkapan kelinci kamu di Bukalapak. Jadi, jenis kelinci apa yang kamu ingin pelihara?
Dalam usaha ternak kelinci, untuk mendapatkan produktivitas yang bagus harus memperhatikan kandang kelinci yang baik dan benar. Hal ini karena kandang merupakan tempat untuk kelangsungan hidupnya seperti kawin, beranak, menyusui, dan tumbuh menjadi dewasa. Kandang kelinci dibuat senyaman mungkin untuk si kelinci sendiri dan peternak. kandang ini juga berfungsi untuk melindungi kelinci dari serangan predator. Kandang Kelinci Yang Baik Dan Benar Pilihan yang umum dan perlu dipertimbangkan waktu memilih kandang Tipe kandang Banyak peternak memakai kandang tumpuk, tiga kandang dengan ukuran sama, diletakan satu diatas yang lain sehingga membentuk kolom. Di alasi dengan plastic atau metal dibawah tiap kandang, dan tiap susun diberi kaki atau roda supaya mudah dipindahkan. Kandang seperti ini memudahkan peternak untuk merumahkan kelinci ditempat yang kecil, Kandang lain yang sering dipakai adalah yang digantung – kandang tidak disusun satu diatas yang lain tetapi di gantung di dinding atau langit2, saling bersebelahan. Tidak ada alas kotoran, kotoran akan langsung jatuh ke tanah dibawah setiap kandang. Kandang tipe ini mengurangi pekerjaan bersih2 bagi peternak dan sering kali digunakan jika punya tempat yang cukup luas. Lantai kawat Peternak biasanya memakai ukuran 1” x ½” 14-ukuran kawat lantai. Untuk jenis kecil seperti Polish bisa memakai yang lebih kecil ukuran ½” x ½” 16-ukuran kawat lantai, terutama untuk kandang pembiakan. Juga ada pilihan kawat yang dilapisi plastic, misalnya untuk velveteen lops, untuk melindungi kaki/hoks. Sumber gambar Kawat Kawet galvanis atau yang sudah dilapisi dengan anti karat memperpanjang usia pemakaian. Lantai kandaing yang sering terkena urine, harus selalu di galvanis, artinya kawat digalvanis lagi setelah kawat lantai disambungkan dengan kawat dinding. Kawat galvanis lebih mahal tetapi awet dan hemat. Kawat “galvanized before” adalah kawat yang sudah dilapisi galvanis sebelum kawat disambungkan, membiarkan sambungan tidak terlapisi anti karat. Jenis ini lebih murah dan biasanya dipakai untuk dinding dan atap kandang. Bisa juga pesen kandang yang memakai kawat yang aman untuk bayi dengan tinggi disisinya sekitar 4-6 inch tiap dinding kandang, kawat ini lebih rapat untuk menjaga agar bayi tidak jatuh dari kawat. Baca juga Cara Memilih Bibit Kelinci Yang Baik Ukuran Kandang Kelinci Kenyamanan kelinci harus dipertimbangkan ketika memilih ukuran kandang, kelinci anda akan menghabiskan waktunya dikandang jadi anda membutuhkan kandang yang cukup besar untuk bergerak bebas tapi tidak terlalu besar sehingga tidak bisa ditangkap waktu diperlukan. Dibawah ini adalah rekomendasi untuk ukuran kandang. Pilih kandang dengan tinggi yang cukup jika memungkinkan, sehingga kelinci dapat berdiri dan melihat sekeliling, juga bisa duduk diatas kotak sarang jika memakai tutup karena mereka menyukainya. Alas Kandang Kalau memakai kandang dengan ukuran yang sama atau kandang susun, tiap kandang memerlukan alas untuk menampung kotoran dan urine. Tipe lama dari metal segera diganti dengan palstik yang lebih mudah perawatannya dan awet. Semakin mahal harga plastic dengan permukaan dalam yang rata, memudahkan pembersihan bagian juga yang lebih murah tetapi biasanya ada polanya sehingga sulit untuk dibersihkan. Penunjang Lantai Untuk kelinci besar, perlu untuk memasang penunjang lantai pada setiap kandang, terbuat dari metal yang dipasang dibawah kandang, mamanjang dari satu sisi ke sisi lain. Ini membuat kandang tidak melengkung ketika kelinci besar ada didalamnya.
√ 10 Cara Beternak Hewan Kelinci Terlengkap – Hai para budidayawan kembali lagi dalam artikel Kali ini kita akan membahas mengenai Cara Beternak Hewan Kelinci. Ada yang sudah mengetahui bagaimana cara beternak kelinci yang dapat menguntungkan? Mari simak yuk dalam penjelasannya dibawah ini ya. √ 10 Cara Beternak Hewan Kelinci Terlengkap Mengenal Hewan KelinciManfaat Memelihara KelinciCara Beternak KelinciJenis Kandang KelinciHama dan Penyakit KelinciSebarkan iniPosting terkait Mengenal Hewan Kelinci Kelinci merupakan salah satu hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di berbagai bagian bumi. Dulunya, hewan ini merupakan salah satu hewan liar yang hidup di daerah Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci juga diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini juga dapat dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae jenis pika yang pandai bersiul dan Leporidae termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu. Asal kata kelinci ini berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti “anak kelinci”. Hal ini pun menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara mulai mengenali kelinci pada saat masa kolonial. Padahal di Pulau Sumatera ada salah satu spesies asli kelinci Sumatera Nesolagus netscheri yang baru-baru ditemukan pada tahun 1972. Manfaat Memelihara Kelinci Bisa menjadi hiburan tersendiri. Melatih disiplin. Membantu membersihkan rumput. Teman bermain anak. Ikutan jadi sering makan sayuran. Belajar menyayangi binatang. Menambah pengetahuan. 1. Persiapan Kandang Kelinci Fungsi kandang adalah tempat untuk berkembang biak dengan suhu idealnya sekitar 21°C dan lancar sirkulasi udaranya. Kandang dengan ukuran 200 x 70 x 70 cm dan tinggi alasnya 50 cm cukup untuk memelihara 12 ekor betina atau 10 ekor jantan. Sedangkan kandang untuk anak kelinci atau disebut kotak beranak memiliki ukuran dimensi 50 x 30 x 45 cm. Jenis Kandang Kelinci Kandang Kelinci Sistem Terbuka Dengan sistem ini kelinci juga bisa berkeliaran di areal tertentu sehingga pada jadwal pemberian pakan tidak terlalu ketat. Kandang Tipe Postal Keunggulan kandang tipe ini sangat kondisional, bisa diletakan di luar maupun di dalam ruangan. Bila ingin menempatkan sebuah kandang di luar ruangan sebaiknya gunakan sebuah dinding kandang dengan bahan tertutup seperti tripleks jangan bilah bambu, fungsinya untuk dapat menahan angin dan air hujan. Kandang Tipe Baterai Kandang kelinci dengan salah satu tipe bertingkat atau bersusun seperti rak. Oleh karena itu alas pada kandang ini harus memiliki sekat untuk dapat menampung kotoran dan air kencing kelinci. 2. Pilih Induk Kelinci Berkualitas Mata Terlihat cerah bersinar dan selaput mata bersih serta tidak ada kotoran. Jangan memilih kelinci dengan mata lengket, berair atau basah sebab menandakan kelinci sakit. Hidung dan Mulut Pilih induk kelinci dengan mulut dan hiung yang kering dan hindari kelinci yang memiliki hidung serta mulut kotor dan berair. Punggung Terlihat berisi dan tidak terlalu lurus dan tidak kenyal saat diraba namun tulang punggung tidak terlalu terasa. Bentuk Kaki Terlihat berisi, tidak terlalu kurus, memiliki daging gempal dan sedikit tulang serta tidak terlalu bengkok. Ekor Mengarah keatas dengan tegap, lurus dan agak rapat ke punggung. Dubur Harus bersih dan tidak ada kotoran menempel. 3. Cara Membedakan Jantan dan Betina Ciri – Ciri Kelinci Jantan Kepala kelinci jantan lebih mirip balok atau kotak. Ukuran badan jauh lebih kecil dibanding ukuran badan kelinci betina. Berat badan lebih ringan dibanding berat badan kelinci betina. Lebih ramah dan bersahabat. Memiliki tonjolan penis diatas anus. Saat cuaca panas, biasanya pada kelinci pejantan akan menunjukan testikel pada saat tidur atau duduk, Memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ciri – Ciri Kelinci Betina Kepala kelinci betina lebih mirip bola. Ukuran badan juga jauh lebih besar dibanding ukuran badan kelinci jantan. Berat badan lebih berat dibanding berat badan kelinci betina. Lebih temperamental dibandingkan kelinci jantan. Memiliki gundukan bercelah diatas anus. 4. Mengenali Jenis Kelinci yang akan di Ternak Pedaging New Zealand White, Belgian, California dan Flemish Giant Havana serta Himalayan Kulit Rex dan Satin Bulu atau woll Angora 5. Syarat Lokasi Beternak Kelinci Dekat dengan sumber air. Jauh dari tempat kediaman. Bebas dari gangguan asap. Terhindar dari bau-bauan dan suara bising. Terlindung dari predator. 6. Memilih Pakan Kelinci Pakan kelinci sangat mudah. Sebetulnya kita bisa memberikan kelinci pakan rumput, sebab rumput mudah didapat dan gratis. Selain itu, kita juga bisa memberikan sejenis pakan kelinci jenis sayur sayuran. Jenis sayuran yang sangat digemari kelinci yaitu seperti sawi putih, kol, waluh hijau, wortel, mentimun, dan kangkung. 7. Perawatan Kelinci Perawatan bibit kelinci dan calon induk Perawatan bibit menentukan kualitas indukan yang baik pula. 8. Sistem Pemuliabiakan Kelinci In Breeding silang dalam Mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik bulu dan proporsi daging. Cross Breeding silang luar Mendapatkan seekor keturunan yang jauh lebih baik serta menambah sifat-sifat unggul. Pure Line Breeding silang antara bibit murai Mendapatkan salah satu ras atau jenis baru yang akan memiliki penampilan perpaduan 2 keunggulan bibit. 9. Reproduksi dan Perkawinan Kelinci Kelinci betina dikawinkan ketika dewasa berumur 5 bulan. Jika terlalu muda maka akan terkena berbagai gangguan kesehatan dan mortalitas anak kelinci. Bila kelinci jantan pertama kali untuk kawin, sebaiknya dikawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu yang tepat untuk mengkawinkan kelinci adalah di pagi atau sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga 2 kali perkawinan, setelah itu dipisahkan dari pejantan. 10. Proses Kelahiran Kelinci Lama kelinci hamil atau bunting sekitar 30 hingga 32 hari. Kelinci bunting atau hamil dengan meraba perut kelinci betina 12 – 14 hari setelah perkawinan. Akan terasa ada beberapa bola-bola kecil dan 5 hari menjelang kelahiran induk dari kelinci dipindah ke kandang beranak untuk dapat memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan merontokkan bulunya. Kelinci yang melahirkan pada saat malam hari dengan suatu kondisi anak kelinci lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Untuk jumlah anak yang akan dilahirkan berbeda-beda sekitar 6 – 10 ekor kelinci. Hama dan Penyakit Kelinci 1. Bisul Penyebab Pengumpulan darah kotor di bawah kulit. Solusi Pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi yodium. 2. Kudis Penyebab Darcoptes scabiei. Gejala Ditandai dengan koreng di tubuh kelinci. Solusi Gunakan antibiotik salep. 3. Eksim Penyebab Kotoran yang menempel di kulit Solusi Gunakan salep atau bedak Salicyl 4. Penyakit Telinga Penyebab Kutu Solusi Meneteskan minyak nabati. 5. Penyakit Kulit Kepala Penyebab Jamur Gejala Timbul seperti sisik pada kepala. Solusi Oleskan dengan bubuk belerang. 6. Penyakit Mata Penyebab Bakteri dan debu Gejala Mata basha dan berair terus-menerus. Solusi Oleskan dengan salep mata. 7. Mastitis Penyebab Susu yang keluar sangat sedikit atau tidak dapat keluar. Gejala Puting mengeras dan panas bila dipegang. Solusi Dengan tidak menyapih anak kelinci terlalu mendadak. 8. Pilek Penyebab Virus. Solusi Penyemprotan antiseptik pada hidung kelinci. 9. Radang Paru-Paru Penyebab Bakteri Pasteurella multocida Gejala Nafas sesak, mata serta telinga kelinci berwarna kebiruan Solusi Berikan kelinci Sul -Q-Nox untuk diminumkan. 10. Berak atau Poop Berdarah Penyebab Protozoa Eimeira Gejala Nafsu makan kelinci hilang, tubuh kurus, perut membesar ditandai mencret berdarah. Solusi Berikan minuman yang mengandung sulfaquinxalin dengan dosis 12 ml dalam 1 liter air. Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ 10 Cara Beternak Hewan Kelinci Terlengkap. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakannya. Terima Kasih. Baca Juga Artikel
Dewasa ini, budidaya kelinci mulai banyak dilakoni lantaran memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Apalagi dengan karakteristik kelinci yang memang mudah dijinakkan, mudah beradaptasi di lingkungan yang baru, serta cepat berkembang biak. Secara umum, hewan imut ini terbagi ke dalam 2 kelompok, yakni kelinci hias dan kelinci budidaya. Kelinci budidaya sendiri diartikan sebagai salah satu jenis kelinci yang di budidayakan untuk dikonsumsi dagingnya atau diambil kulit dan bulunya. Sementara kelinci hias ialah jenis kelinci yang diperuntukkan sebagai hewan peliharaan. Ada 3 fokus utama dalam kegiatan ternak kelinci, yaitu berorientasi pada daging, kulit, atau bulu. Seperti yang kita ketahui, tiap-tiap jenis kelinci memiliki keunggulan yang berbeda-beda. Ada yang unggul dalam hal pertumbuhan daging, kualitas kulit, dan bahkan produksi bulu/woll. Lebih detailnya, berikut merupakan jenis kelinci budidaya yang kerap diternakkan di Indonesia sesuai dengan peruntukannya. Kelinci Pedaging New Zealand White dan Flemish Satin dan atau woll Angora. Baca Juga Aturan Penting dalam Cara Merawat Bayi Kelinci Panduan Cara Budidaya Kelinci Berikut merupakan langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam proses pembudidayaan kelinci. Go check these out! 1. Persiapan Kandang Sumber Pada dasarnya, terdapat 2 tipe kandang untuk ternak kelinci, yakni sistem terbuka dan tertutup. Kandang sistem terbuka umumnya berupa lahan yang dikelilingi pagar. Kelinci ternak akan dibiarkan bebas berkeliaran di area itu. Di dalam area kandang akan disediakan tempat untuk beristirahat dan berteduh. Sayangnya, jenis kandang ini hanya bisa dilakukan di daerah pedesaan dengan area lahan yang luas. Sementara itu, kandang tertutup lebih cocok untuk bisnis ternak kelinci intensif. Mengingat bentuk bangunannya yang dibatasi dengan lantai, dinding, dan atap. Kandang sistem tertutup dibagi lagi menjadi 2 tipe, ialah tipe baterai dan tipe postal. Dimana tipe baterai merupakan kandang yang didesain untuk mewadahi 1 ekor kelinci di setiap kandangnya. Sebaliknya, kandang tipe postal mampu menampung beberapa ekor kelinci sekaligus. Peternak dapat menyesuaikan tipe kandang sesuai dengan tujuan budidaya dan budget yang dimilikinya. 2. Pemilihan Induk Kelinci Budidaya Pemilihan bibit bakal indukan harus dilakukan dengan cermat. Sebab, bibit memegang kunci utama atas berhasil atau tidaknya usaha ternak kelinci. Sebagai gambaran, di bawah ini merupakan beberapa kiat yang bisa digunakan untuk memilih bibit ternak kelinci potong Memiliki bobot minimum 4-5 kg untuk kelinci betina dan 3-5 kg untuk kelinci riwayat kesehatan yang baik atau merupakan keturunan dari kelinci-kelinci yang mampu menghasilkan banyak anak dalam sekali punggung yang tidak pinggul bulat bulu yang bersih, terutama pada area sekitar kelamin mata yang cerah, tidak terlihat lesu ataupun mengantuk. Baca Juga Sudah Tahu Cara Merawat Kelinci dengan Benar? Cek Di sini 3. Pemberian Pakan Sumber Jenis pakan yang disarankan untuk kelinci ternak adalah hijauan, konsentrat, dan vitamin. Beberapa hijauan yang digemari kelinci antara lain limbah sayuran seperti daun singkong, lobak, wortel, dan sawi. Serta jenis rerumputan dan daun-daunan dari tanaman jagung, pepaya, dan kacang tanah. Agar pertumbuhannya makin optimal, peternak dapat memberikan konsentrat berupa pelet buatan pabrik. Biasanya, produk konsentrat telah memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan hewan ternak. Memang, biaya pemberian pelet akan memakan biaya yang cukup mahal, namun ketersediaan dan kontinuitasnya akan lebih terjamin. Hal tersebut sangat dibutuhkan bagi para pelaku usaha ternak kelinci intensif. Secara garis besar, total kebutuhan pakan untuk kelinci ternak mencapai 4-5% dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda dengan usia di bawah 4 bulan membutuhkan hijauan sebanyak 20% dari total pakannya. Sedangkan kelinci dewasa lebih dari 4 bulan memerlukan 60% hijauan dari total pakannya. Ada baiknya untuk memisahkan waktu pemberian pakan hijauan dengan konsentrat. Misalnya saja, pakan hijauan akan diberikan pada jam maka konsentrat bisa diberikan pada pagi harinya sekitar jam 4. Mengawinkan Kelinci Tingkat kelahiran menjadi salah satu parameter untuk melihat tingkat produktivitas kelinci ternak. Kelinci biasanya siap untuk dikawinkan saat usianya 6-12 bulan, tergantung jenis rasnya. Kelinci betina yang siap melahirkan, secara alamiah akan menunjukkan beberapa tanda birahi seperti Sering menggosok-gosokkan dagunya pada kelinci lain atau objek lain di gelisah, tingkah lakunya seakan sedang mencari-cari vulva berwarna kemerahan dan sedikit basah. Proses mengawinkan kelinci ternak bisa dilangsungkan dengan 2 cara, yaitu secara berpasangan atau berkelompok. Perkawinan secara berpasangan dilakukan dengan memasukkan 1 indukan betina dan 1 indukan jantan ke dalam kandang yang sama. Saat masa perkawinan berlangsung, amati pergerakan kedua kelinci, apakah terjadi perkawinan atau tidak. Bila tidak, besar kemungkinannya mereka tidak cocok. Pada tahap ini, segera ganti indukan pejantan dengan yang lain. Sedangkan pengawinan secara berkelompok bisa dilakukan dengan memasukkan sejumlah indukan jantan dan betina ke dalam 1 area. Umumnya, 1 kelinci pejantan mampu mengawini 5-10 kelinci betina. Berikut adalah beberapa hal umum yang perlu diketahui dalam mengawinkan kelinci ternak Masa birahi kelinci akan berlangsung selama kurang lebih 11-15 mulai siap dikawinkan saat usianya menginjak 6 bulan, tergantung jenis masa birahi satu ke masa birahi selanjutnya, akan ada tenggat sekitar 2 kehamilan kelinci ternak berlangsung selama 28-35 hari, tergantung jenis betina bisa dibuahi lagi/subur kembali setelah 2 minggu berlalu, terhitung sejak kelinci melahirkan menyusui kelinci dapat berlangsung selama 8 minggu. Dimana 15-20 hari pertamanya akan menjadi masa penyusuan eksklusif. Setelah itu, anakan kelinci akan mulai diberi hijauan sambil tetap anak yang bisa dilahirkan dalam 1 kali kelahiran adalah 4-12 dapat mengalami 5 kali kehamilan dalam 1 produktivitas terbaik akan berlangsung selama 1-3 tahun. Jika kurang atau lebih dari itu, biasanya kuantitas dan kualitas anakan kelinci mengalami penurunan. Baca Juga Biar Ga Gampang Sakit, Yuk Kenali Cara Merawat Kelinci Anggora 5. Proses Pemanenan Sumber Sebenarnya, tidak ada patokan pasti kapan kelinci budidaya bisa dipanen. Sebagaimana kita tahu, pasar kelinci saat ini tidak semasif jenis ternak pedaging lain seperti sapi, kambing, atau unggas. Kelinci umumnya dijual anakannya sebagai hewan peliharaan. Jika demikian, sebaiknya penjualan anakan kelinci dilakukan setelah usianya di atas 2 bulan, atau setelah masa penyusuannya berakhir. Karena anakan yang terlalu muda dikhawatirkan tidak mampu bertahan bila dipisahkan dari induknya. Sedangkan untuk kelinci pedaging, proses pemanenan dapat dilangsungkan setelah kelinci berusia 3,5 bulan atau telah memiliki bobot antara 2-3 kg. Kelinci memang menjadi salah satu opsi terbaik untuk dibudidayakan. Terlebih, peminatnya disetiap tahun terus mengalami peningkatan. Melihat prospeknya yang cukup cerah, banyak orang Indonesia berbondong-bondong untuk mulai menekuni budidaya kelinci sebagai lini usahanya. Itung-itung untuk investasi lah! Cukup menarik ya? Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.
jenis kandang yang paling cocok untuk kelinci kesayangan adalah